Zinedine Zidane Menapaki Status Legenda

zidane-legends

Lensa-Olahraga.com – Zinedine Zidane dikenal sebagai maestro sepak bola dunia. Banyak yang menyayangkan ketikan Zidane akhirnya harus menyudahi karir panjangnya sebagai pesepak bola pada usia 34 tahun.
Kemana Zidane melangkah ia selal membawa prestasi. Pemain berdarah Aljazair ini berhasil memukai dunia lewat teknik tinggi yang ia miliki.

Tahun 1998 menjadi tahun emas bagi Zidane. Setelah mencatatkan kesuksesan di level klub dan level internasional. Zidane memimpin tim nasional Prancis di Piala Dunia 1998 yang berlangsung di negeri menara Eifel tersebut.

Pada laga puncak, dua gol Zidane membuat Brasil tertunduk lesu. Ia pun membawa Prancis menjadi juara dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah.

France's Zinedine Zidane holds the World Cup trophy after an exhibition soccer match pitting France's 1998 World  Cup Champions against a selection of players from the rest of the world, to celebrate the 10th anniversary of  France's World Champion title at the Stade de France in Saint-Denis July 12, 2008. REUTERS/Vincent Kessler  (FRANCE)

Dua tahun berselang ia kembali membawa Prancis menjadi kampiun. Kali ini di turnamen Piala Eropa setelah mengalahkan Italia.

Di level klub, Zidane sudah merasakan semua trofi mayor bersama klub yang ia perkuat. Dari kompetisi domestik hingga Liga Champion Eropa.

Meskipun laga terakhir bersama Prancis diwarnai kartu merah yang ia dapat akibat menanduk Marco Materazzi, Zidane tetap dicap sebagai pemain legendaris dan sulit untuk bisa ditemui pada masa yang akan datang.

zidane-materazzi

Zidane saat ini telah memasuki karir baru di level manajerial. Klub pertama yang ia tangani adalah Real Madrid, klub terakhir yang ia perkuat sebelum pensiun.

Masuk sebagai pengganti Rafael Benitez, Zidane langsung mencetak sejarah dengan membawa Real Madrid keluar sebagai juara Liga Champion Eropa. Keberhasilan itu membuktikan kalau Zidane memiliki talenta besar sebagai pelatih sepak bola.

zidane-ucl

Jalan Zidane di level kepelatihan masih panjang. Pada musim keduanya ini, ia berhasil mempersembahkan trofi Piala Dunia Antarklub untuk Madrid.

Setelah ini, Zidane mengejar gelar la Liga untuk Real Madrid. Dan bukan tidak mungkin pada masa yang akan datang, Zidane bisa menjadi pelatih tim nasional dan berusaha mengukuhkan status legenda dengan mengejar trofi Internasional.

 

 

Related Posts

Add Comment