Sejarah Perhelatan Piala Super Italia di Negeri Orang

img_pialasuperitalia

Lensa-Olahraga.com – Untuk kesekian kalinya, perebutan Piala Super Italia dilakukan di negeri orang. Dalam edisi terbaru tahun 2016, yang digelar 23 Desember lalu, Qatar kembali menjadi panggung perebutan Supercoppa Italiana. Partai di Qatar ini menjadi kali kedelapan partai perebutan Piala Super Italia digelar di luar Italia.

Setidaknya ada tiga benua di luar Eropa yang dijadikan tempat untuk menggelar Piala Super Italia, yakni Amerika, Afrika dan Asia. Piala Super Italia pertama kali digelar di luar Negeri di Pizza terjadi pada 1993. Amerika Serikat menjadi tuan rumah dengan lokasi di Robert F Kennedy Memorial Stadium, Washington DC. Laga ini diakhiri kemenangan AC Milan 1-0 atas Torino.

Setelah itu, Piala Super Italia kembali digelar di dalam negeri sebelum akhirnya merambah Benua Hitam, tepatnya Libya pada 2002. Saat itu, Juventus dan Parma yang menjadi peserta saling jegal pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion 11 Juni, Tripoli, Libya. Keputusan itu disambut antusias warga setempat. Faktanya, sukses La Vechia Signora menekuk Parma 2-1 disaksikan 40.000 pasang mata secara langsung.

Itu pula yang membuat FIGC lagi-lagi menggelar Piala Super Italia di luar negeri, pada tahun berikutnya. Saat itu, kembali giliran Negeri Paman Sam yang dipercaya sebagai penyelenggara. Perhelatan pada 2003 ini mendapat respons positif . Itu terlihat dari antusiasme 54 ribu orang yang membeli tiket ke Giants Stadium, East Rutherford, New Jersey, di mana Juventus menang 5-3 atas Milan dalam drama adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Setelah merambah Amerika dan Afrika, FIGC lalu melirik Asia tepatnya Tiongkok pada 2009. Sukses Inter Milan mengalahkan Lazio 2- 1 di Stadion Nasional Beijing, Beijing, ditonton tak kurang dari 68 ribu penonton.

Sambutan serupa terjadi pada edisi 2011 di stadion yang sama. Sebanyak 70.000 penonton menyaksikan derby della Madonnina antara Milan kontra Inter. Zlatan Ibrahimovic dan Kevin-Prince Boateng mencetak gol yang membuat I Rossoneri menang 2-1.

Tahun 2014 pagelaran Final Piala Super Italia tidak beranjak dari Benua Asia. Kali ini digelar di Qatar, di Jassim Bin Hamad Stadium. Saat itu, Juventus tampil sebagai juara seusai mengalahkan Napoli 6-5 lewat adu penalti, setelah bermain imbang 2-2.

Dan Tahun lalu, China yang sudah dianggap sebagai pintu masuk menuju Asia menggelar ajang ini untuk keemat kalinya. Dan Juve lagi lagi sukses keluar sebagai juara. Bianconeri  mengalahkan Lazio 2-0 dalam bentrok di Shanghai Stadium. Hasil itu sekaligus mengukuhkan Juve jadi penguasa absolut persepakbolaan Italia.

Related Posts

Add Comment