Chelsea Sekarang, Mirip Dengan Musim 2004-2005

Chelsea manager Mourinho lifts the English Premier League soccer trophy with Gudjohnson, Lampard and Terry at Stamford Bridge.  Chelsea manager Jose Mourinho [2nd R] lifts the English Premier League soccer trophy with Eidur Gudjohnson [L], Frank Lampard [2L] and John Terry [R] after their match against Charlton Athletic at Stamford Bridge in London, May 7, 2005. The match ended 1-0 to Chelsea. Chelsea clinched the Premier League title after winning 2-0 against Bolton Wanderers on April 30, their first top-flight championship title for 50 years. NO ONLINE/INTERNET USE WITHOUT A LICENCE FROM THE FOOTBALL DATA CO LTD. FOR LICENCE ENQUIRIES PLEASE TELEPHONE +44 207 298 1656. REUTERS/Eddie Keogh

Chelsea musim 2016-2017 mengagumkan. Mereka baru saja menyamai rentetan kemenangan terpanjang dalam satu musim di Premier League yang pernah dilakukan Arsenal di musim 2001,2002 silam, dengan meraih 13 kemenangan beruntun. Dan menempatkan strikernya, Diego Costa, menjadi topscorer sementara Liga Primer Inggris dengan 14 gol.

Semua itu lahir dari pelatih nyentrik, Antonio Conte. Meski sempat diragukan ketika pertama kali didapuk, Conte mampu menjawab kritik, dengan mengungguli pencapaian para pendahulunya, Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti. Mourinho hanya mampu 10 kali menang beruntun, sedangkan nama terakhir mempersembahkan 11 kemenangan beruntun. Sebelumnya Conte juga telah membuat rekor sebagai manajer tercepat yang memberikan 40 angka pada Chelsea.

Lalu apa rahasia keberhasilan Conte? Ia mengganti formasi 4-1-4-1, yang digunakan sebelumnya, dengan formasi favoritnya yaitu 3-4-3. Formasi ini sangat efektif saat ia melatih sebelumnya di Juventus terbukti kini Chelsea berada di puncak Klasemen Liga Inggris.

Kekuatan The Blues di bawah Conte musim ini, hanya bisa dibandingkan dengan Chelsea era Jose Mourinho musim 2004-2005. Ketika itu, The Special One langsung mengantarkan Chelsea menjadi juara Liga Premier Inggris pada musim perdananya. Selain mengantar Chelsea juara, Mou sukses memecahkan rekor sebagai pelatih yang paling banyak mengumpulkan poin sepanjang sejarah Liga Premier Inggris dengan 95 angka. Tidak hanya itu, Mourinho juga pernah membawa Chelsea meraih 40 kemenangan tanpa kekalahan di periode 23 Oktober 2004 hingga 29 Oktober 2005.

Sebenarnya, tidak terlalu banyak perbedaan antara skuat Chelsea era Conte kini dengan dengan Chelsea era Mourinho di musim 2004-2005.

Di musim 2004-2005, Chelsea memiliki Petr Cech yang kini membela Arsenal. Kini Chelsea era Conte memiliki kiper muda Thirbaut Cortouis, yang sebelumnya memang menggusur Cech.

Sementara posisi gelandang bertahan yang dulu dipegang Claude Makelele kini dikuasai Ngolo Kante. Mantan gelandang Leicester City ini dapat mengisi “peran Makelele” sebagai perisai pertahanan sebelum menembus barisan pertahanan di belakangnya. Kante dianggap sebagai “Makelele baru”. Dan untuk posisi bomber yang kini menjadi milik Diego Costa, Chelsea musim 2004-2005 juga memiliki Didier Drogba. Di musim pertamanya, Drogba bermain 226 kali dan mencetak 100 gol.

Prestasi menawan Conte ini akan lebih istimewa jika mampu diakhiri dengan membawa Chelsea menjadi juara di akhir musim nanti. Jika mampu, Conte akan mengikuti jejak Mourinho dan Ancelotti yang memberikan gelar juara Liga Inggris pada Chelsea pada musim debut di Liga Inggris.

Related Posts

Add Comment